Jakarta, "yang mau kita bangun adalah
peradaban, peradaban itu bisa dibangun melalui budaya, budaya itu bisa
dibangun melalui tradisi, tradisi itu bisa dibangun melalui
kebiasaan-kebiasaan, karena kebiasaan-kebiasaan ini akan menjelma
menjadi budaya, tradisi terus ujungnya menjadi peradaban sehingga kita
tidak boleh membiasakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik sehingga
nanti ujung-ujungnya akan menjadi budaya kita sendiri", kata Menteri
Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, saat membuka acara
Sarasehan Nasional Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa,
di Hotel Bidakara, Kamis, (14/01).
Dalam sambutannya, Mendiknas
mengatakan bahwa ada banyak kebiasaan-kebiasaan, budaya-budaya yang
belum kita tumbuh kembangkan salah satu diantaranya adalah budaya
apresiatif konstruktif."biasakan kita itu untuk memberikan apresiasi
kepada siapapun yang memberikan kontribusi positif baik itu lingkup
kecil maupun lingkup besar, kenapa ini menjadi penting, kebiasaan
memberikan apresiasi itu akan membangun lingkungan untuk tumbuh
suburnya orang yang berprestasi itu", katanya.
Budaya berikutnya
yang perlu dikembangkan, kata Mendiknas, adalah obyektif komprehensif.
Mendiknas berpendapat, perlu mentradisikan melihat segala sesuatu
secara utuh. Budaya berikutnya yang perlu dikembangkan adalah rasa
penasaran intelektual atau intellectual curiosity dan kesediaan untuk
belajar dari orang lain.
Pada acara yang sama, Kepala Badan
Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Nasional, Mansyur
Ramli, selaku penanggungjawab kegiatan sarasehan mengatakan bahwa
Program Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini
merupakan salah satu program dari delapan program kementerian
pendidikan nasional dalam program 100 hari kabinet bersatu jilid II.
"Program
ini pada hakekatnya bertujuan untuk menyusun kebijakan, strategi dan
program pendidikan untuk meningkatkan dan menguatkan budaya, jati diri
dan karakter bangsa, khususnya peserta didik pada semua jenjang
pendidikan dan semua jalur pendidikan yang diharapkan dapat
diimplementasikan dalam kurikulum serta proses pembelajaran sesuai
dengan kultur dan kebhinekaan bangsa kita", kata Mansyur Ramli.
Peserta
yang hadir sekitar kurang lebih 183 orang terdiri dari berbagai
kalangan antara lain adalah tokoh masyarakat, pemuka agama, tokoh
pendidikan, budayawan, dan juga pejabat pemerintah. Dalam acara ini
juga menghadirkan tiga pembicara yaitu pertama, Prof. Dr. Yahya
Muhaimin, beliau disamping tokoh pendidikan, budayawan, pemuka agama,
tetapi beliau juga adalah mantan menteri pendidikan nasional. kedua,
Prof. Dr. Frans Magnis Suseno (Romo Magnis) dan ketiga, KH. Abdullah
Syukri Zarkasi, pengembang pondok pesantren Gontor.
Dalam
rangakaian Program Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa,
pada Kamis, (14/01) malam harinya juga akan diselenggarakan pagelaran
budaya dari kelompok musik kiai kanjeng dan ainun najib yang juga
merupakan salah satu ikon budaya bangsa, di plasa insan cendekia gedung
A, Kementerian Pendidikan Nasional, Senayan. (AND) -Sidiknas-
Sumber: Depdiknas.go.id
Persyaratan yang perlu diperhatikan, dalam perkuliahan semester Ganjil Tahun Akademik 2010/2011,
Program Dosen Magang dinilai sangat positif untuk meningkatkan kualitas Dosen Junior dalam mengembangkan kemampuan manajerialnya.
Pengumuman Nama-nama Calon Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta Tahun Akademik 2010/2011 Penerima Beasiswa Bidik Misi Berdasarkan...